07 Februari 2010

Struktur Program Kurikulum Teknik Elektromedik

2 komentar

Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Teknik Elektromedik, berikut merupakan Mata Kuliah D3 yang saya ikuti di Teknik Elektromedik Poltekkes Depkes Jakarta II.

Pada kenaikan tingkat 3 atau setelah UAS semester 4, kami ditugaskan untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan disebuah perusahan yang berkaitan dengan peralatan kedokteran. Untuk Semester 6, Praktek Kerja Lapangan berlangsung di Rumah Sakit yang telah di tunjuk. Selain itu kami juga diwajibkan untuk membuat modul yang digunakan sebagai syarat kelulusan.

Semester 1:
  • Agama

  • B. Inggris

  • Matematika Dasar

  • Fisika Dasar

  • Kimia Dasar

  • Rangkaian Listrik

  • Alat Ukur & Pengukuran Listrik

  • Teknik Mekanik

  • Menggambar Teknik

  • Psikologi Dasar

Semester 2:
  • Kewarganegaraan

  • B.Indonesia

  • Matematika Lanjut

  • Fisika Lanjut

  • Anatomi dan Fisiologi

  • Teknik Tenaga Listrik

  • Elektronika Dasar

  • Teknik Digital

  • Instalasi Listrik

Semester 3:
  • Pancasila

  • Fisika Modern

  • Ilmu Bahan

  • Elektronika Lanjut

  • Mikroprosessor & Mikrokomputer

  • Teknik Biomedik

  • Radiografi

  • Alat Elektroteknik Medik I

  • Alat Radiologi Dasar

Semester 4:
  • Teknik Sistem

  • Keselamatan Kerja

  • Statistik

  • Elektronika Terapan

  • Pemrograman Komputer

  • Alat Elektronik Medik II

  • Alat Radiologi Lanjut

  • Alat Laboratorium Dasar

Semester 5:
  • Alat Elektronik Medik III

  • Ilmu Kesehatan Masyarakat

  • Perencanaan Sistem Jaringan RS

  • Teknik Pencitraan Medik

  • Manajemen Rumah Sakit

  • Alat Radiologi Khusus

  • Alat Radiologi Kedokteran Nuklir

  • Etika Profesi

  • Alat Laboratorium Lanjut

Semester 6:
  • Praktek Kerja Lapangan

  • Tugas Akhir

Baca selengkapnya »»

20 Januari 2010

Inaugurasi 2009

0 komentar

Setiap angkatan mahasiswa baru diharuskan membuat acara inaugurasi. Itu merupakan salah satu tradisi di Teknik Elektromedik (TEM) Poltekkes Jakarta II. Inaugurasi ini seperti layaknya Pentas Seni, namun ada hal-hal yang bisa dikatakan penindasan bagi kami yang membuat acara tersebut. Inaugurasi angkatan 2009 diadakan pada 16 Januari 2010. Acara ini telah disusun dan dirancang sejak awal kami mulai perkuliahan. Proses pembuatan acara ini, kami dibimbing oleh senior angkatan 2007 angkatan yang mengospek kami. Target acara ini adalah para senior dan juga para alumni.

Tidak ada kurucan dana sama sekali dari pendidikan, sehingga kami harus memutar otak untuk mendapatkan dana. Apalagi kami berusaha untuk tidak mencari sponsor, menurut pembimbing kami, ini merupakan acara kita sendiri, jadi usahakan jangan mencari dana dari sponsor. Dengan terpaksa kami menarik uang dari kantong pribadi masing-masing dengan jumlah yang cukup besar. 14 juta lebih uang yang harus kami kumpulkan. Jumlah yang menurut saya sangat besar jika kami harus urunan. Tapi itulah yang harus terjadi jika ingin inaugurasi berlangsung, atau jika gagal kami akan di ospek ulang seperti yang terjadi pada angkatan 2008 yang harus pulang pagi hari akibat ospek ulang setelah acara inaugurasi selesai.

Kami mengadakan acara ini di auditorium jurusan gizi, yang letaknya tidak jauh dari kampus kami. Acara formal dimulai pukul 10.00, namun karena undangan baru datang pada sekitar pukul 10.30 kami pun menyesuaikannya. Setelah acara formal selesai, barulah acara non formal berlangsung yaitu acara band-band yang efektif sekitar ba’da dzuhur. Di sinilah para senior dan alumni mulai berdatangan. Band-band pengisi acara kebanyakan dari angkatan 2007 dan 2008.

Saya heran dengan suasana yang kondusif saat itu, sebab dari cerita-cerita yang saya dengar, inaugurasi itu adalah konser brutal yang sengaja dilakukan oleh senior kepada mahasiswa barunya. Mereka bisa sampai merusak alat-alat musik, sound system, ada juga yang melempar-lempar bangku, memecahkan kaca ruangan, snack yang telah kami siapkan pun bisa menjadi senjata bagi mereka untuk menghancurkan acara tersebut. Sekitar pukul 2 sore, ada seorang dosen yang keluar dari ruang auditorium, tempat acara ini berlangsung. Serentak semua peserta acara yang berada di ruangan itu bertepuk tangan, setelah itu lampu dimatikan satu persatu hingga menyisakan lampu panggung, entah oleh siapa. Dan, keonaran pun mulai berlangsung.

Saya benar-benar tidak menyadari, suasana kondusif tersebut dikarenakan ada salah seorang dosen yang masih berada di dalam ruangan. Beberapa peserta yang tadinya duduk menyaksikkan konser ini langsung berdiri dan mendekati panggung acara. Kami panitia pun serentak menjaga dengan membuat pagar betis agar para peserta tidak menghancurkan peralatan acara. Kami membuat beberapa lapis pagar betis. Tangan-tangan kami bertolak pinggang dan melilitkan dengan yang lainnya. Kami berdempet-dempetan untuk menguatkan posisi kami. Keadaan yang sungguh mengecam ketika para peserta menari-nari sambil menabrakkan badannya kepada kami. Dengan sengaja mereka menabrakkan tubuhnya. Ada yang sambil berlari dari jauh, kemudian loncat dan menabrakkan punggungnya dengan kepala kami. Ada yang sambil menyikut, memukul, menendang, jika kami melawan, mereka langsung mengeroyoki kami, ingin menghajar kami. Ketika suasana emosi benar-benar memuncak, senior kami angkatan 2007 melerainya. Membantu kami yang tidak bisa apa-apa di hadapan senior lain. Mereka menolong kami dari pengeroyokan angkatan 2008. Setelah usai melerai, tarian atau tabrak menabrak itu kembali berlangsung lagi. Tarian mereka mengikuti alunan musik yang menggelegar.

Penindasan itu usai ketika ada beberapa teman kami yang jatuh akibat benturan tersebut. Beberapa di antara kami sampai ada yang harus menggunakan bantuan oksigen karena sulit bernafas terkena pukulan. Ada yang matanya memerah terkena lemparan air mineral. Saya pun terkena dengan keras lemparan telur dibagian pelipis mata saya. Bayangkan jika telur itu tepat mengena bola mata saya, entah bagaimana jadinya. Setelah isoma pukul 4 sore, kebrutalan itu terjadi lagi. Kami sungguh tidak berdaya. Almamater yang kami kanakan robek, kancing-kancing hilang, tubuh kami gemetar akibat kelelahan pemukulan pada pengeroyokan babak pertama. Kali ini emosi benar-benar sudah tidak terkontrol, serung sekali terjadi kegaduhan untuk melakukan pengeroyokan pada kami. Dan lagi-lagi 2007 turun untuk melerainya. Inaugurasi 2009 masih terbilang lebih damai dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ada beberapa dosen yang mengontrolnya.

Inilah salah satu tradisi bagi mahasiswa baru TEM. Sebuah tradisi yang ironis bagi generasi terpelajar. Mungkin inilah yang terjadi kesenjangan antara tahun ganjil dan genap. Inaugurasi 09 di kacaukan sebagian besar oleh 08 dan 07 membantu melerainya. Saya khawatir perasaan dendam teman-teman saya akan sampai pada inaugurasi 2010 yang jika terjadi akan berdampak serupa. Mungkin bagi saya ini bisa menjadi motivasi bagi untuk lebih menghargai orang yang lebih tua. Tapi bagaimana dengan 09 lainnya. Ini bisa menjadi tradisi balas dendam. Tradisi buruk yang bukannya mendidik, tetapi malah jadi ajang peloncoan bagi juniornya.

Baca selengkapnya »»

06 Januari 2010

Menghapus Linux dari Dual Boot dengan Windows 7

4 komentar

Windows LinuxTidak beberapa lama setelah saya menghapus seluruh data di komputer :(, saya ingin mencoba menggunakan linux. Kebetulan ketika saya SMA, saya mendapatkan CD instalan Ubuntu 8.01 dan Kubuntu 8.01 yang dikirim langsung dari Belanda. Komputer saya mempunyai 3 buah partisi, satu telah saya gunakan untuk sistem windows dan salah satunya yang kosong saya gunakan sebagai sistem untuk Ubuntu. Jadi ketika menjalankan windows, drive yang digunakan untuk Ubuntu tidak terlihat.

Namun ini hanya coba-coba, setelah berhasil instal Ubuntu 8.01, saya tidak memantapkan keputusan untuk menggunakan dual boot. Semua ini hanya untuk pembelajaran, karena sejak saya dapatkan CD tersebut beberapa tahun lalu, belum pernah saya gunakan. Masalah mulai timbul, bagaimana cara menghapus Ubuntu. Saya benar-benar tidak nyaman melihat booting menggunkan dual boot ini, apalagi pada saat booting ada 5 pilihan, 4 diantaranya kepunyaan Ubuntu, dan yang 1 untuk Windows 7. Benar-benar mengganggu, banyak sekali OS yang ada.

Saya kemudian mencari jawaban tersebut, setelah sekian lama mencari dari google dengan kata kunci bermacam-macam. Akhirnya saya mandapatkan pencerahan dari blognya Om Luke Addison.

Pada situasi seperti ini yang kita butuhkan hanyalah DVD instalasi windows 7 (saya belum mencoba keberhasilan jika menggunakan Command Prompt dari windows). Saya harapkan baca hingga selesai terlebih dahulu jika ingin mempraktekkan cara ini.
  1. Booting komputer dari CD/DVD.
  2. Pada menu Repair masuk ke pilihan Command Prompt.
  3. Untuk menghapus pilihan OS pada saat booting, ketikkan bootsect /nt60 C:
  4. Dan untuk mengembalikan booting primary pada windows 7, ketikkan bootrec /fixmbr
  5. Kemudian restart komputer.
Dengan perintah tersebut booting hanya akan berlaku untuk windows 7 saja. Jadi tidak perlu memilih OS, karena komputer akan langsung memproses windows 7. Lalu bagaimana dengan linuxnya?

Booting untuk Ubuntu telah hilang, namun sistem dan file-filenya masih ada. Untuk menghapusnya kita dapat menggunakan Disk Management yang ada pada windows 7. Pada Windows Explorer, drive yang kita gunakan untuk Ubuntu memang tidak terlihat, tetapi pada Disk Management seluruh drive yang ada akan muncul.
  1. Start, kemudian klik kanan pada Computer dan klik Manage. (login dahulu sebagai administrator)
  2. Untuk menghapus seluruh data Ubuntu, pada menu Disk Management klik kanan pada drive tempat Ubuntu diletakkan dan pilih Delete Volume
  3. Drive yang kita delete tersebut belum bisa kita gunakan. Untuk mengaktifkannya kembali, klik kanan pada drive tersebut dan klik New Simple Volume
  4. Klik Next, dan tetapkan kapasitas yang akan digunakan, jika ingin menggunkan seluruh kapasitas drive langsung klik Next
  5. Pilih path pada Assign the following drive letter, kemudian Next
  6. Pada Volume label tuliskan nama untuk drive tersebut, kemudian Next dan Finish.
Seluruh langkah yang saya gunakan tersebut telah sukses mengembalikan komputer saya seperti yang diharapkan. Ada beberapa catatan bagi yang menggunakan loader untuk pengaktifan windows 7 menjadi genuine. Loader tersebut akan hilang, mungkin itu dikarenakan perintah saat kita menghapus linux booting tadi. Jadi saya menyarankan untuk mempersiapkan loader terlebih dahulu. Jika anda kesulitan mencari loader untuk menjadikan windows 7 genuine, ada bisa mendapatkannya pada artikel saya tentang Windows 7 Professional Genuine.

Baca selengkapnya »»

Tahun Baru, Drive Baru

0 komentar

Diawal tahun ini ada beberapa kejadian yang bisa dibilang buruk atau bahkan malapetaka. Ini memang berawal dari eksplorasi saya yang tanpa panduan, dan teori yang belum matang. Saya hanya mencoba-coba dengan modal semangat yang tinggi dan sebuah komputer. Salah satunya adalah menghapus seluruh isi drive D.

Sebenarnya tidak ada keinginan untuk menghapus seluruh file dari drive tersebut. Apalagi seluruh data berada di sana. Niat awalnya adalah mempraktekkan cara mempartisi dari Disk Management. Karena sebelumnya saya hanya mempunyai 2 partisi yang pertama adalah drive C (primary partition) dan yang satu lagi adalah tempat saya meletakkan data kampus, tulisan-tulisan blog, lagu, gambar, proyek-proyek, part instalan, semuanya, dan itu berada di drive D.

Teori awal begini, windows 7 mempunyai sebuah cara untuk dapat mempartisi tanpa menggunakan software tambahan. Partisi adalah membagi kapasitas dan jumlah disk drive pada suatu komputer. Ketika praktek berhasil menjadikan 3 partisi, saya belum puas dengan hasil tersebut. Saya ingin mengatur ulang nama-nama drive tersebut. Caranya dengan klik kanan pada drive D > Format... > pada Volume label saya ketikkan Arif Zone. Namun setelah saya klik OK, bencana datang. Saya benar-benar kaget ketika teringat jalan yang saya tempuh tadi. “FORMAT...!! inalillah, jangan-jangan.” Dengan sekejap tanpa notification terlebih dahulu, perintah tersebut langsung dijalankan untuk menghapus seluruh file yang ada di drive D tanpa terkecuali. Data sekitar 60 Gb lenyap seketika.

Baca selengkapnya »»
 

Artikel Terbaru

My Facebook

Author

Foto Saya
Arif Budi Setyawan
Seorang mahasiswa dari Politeknik Kesehatan Depkes Jakarta 2 yang ingin mencari sebuah kebenaran arti hidup yang abadi.
Lihat profil lengkapku
arifbudisetyawan.blogspot.com is proudly powered by blogger.com | template by o-om.com